Serverkecil masih belajar dari kesalahan, Alhamdulillah Berkah dalam usaha. Suman. Jr. Member; « Reply #16 on: July 13, 2012, 08:14:01 PM » gaji karyawan tergantung skill .. saya pribadi lebih suka kasih gaji kecil tapi bonus besar / tergantng jumlah trx disaya antara 7jt - 1jt , tapi mayoritas 1,5jt dengan jam kerja 9 jam , dua shift
Jakarta Banyak faktor seseorang memutuskan untuk resign. Terpopuler adalah mendapat tawaran kompensasi yang jauh lebih tinggi dari tempat kerja sebelumnya. Ternyata boleh saja menerima gaji yang sama dengan tempat kerja sekarang atau lebih kecil dengan beberapa alasan. Konsultan Karier sekaligus Founder Ahmada Consulting Softskills Training Provider Rima Olivia menjelaskan beberapa faktornya. Lokasi & waktu tempuh Banyak para pekerja memutuskan untuk mencari lokasi kantor yang lebih dekat dengan tempat tinggal meski mendapat kompensasi yang hampir sama bahkan lebih rendah dari tempat kerja sebelumnya. "Hal itu dapat dimaklumi, karena mereka tidak mengalami stres lagi. Misalnya bagi yang bekerja di Jakarta, nggak kena macet, 3 in 1, bangun jam 5 pagi kejar bus atau berdesak-desakkan naik commuter line," jelas Rima. Tantangan dan Eksplorasi Para pekerja yang memutuskan resign tanpa mempermasalah gaji dikategorikan karena menyukai pekerjaan yang dipilih dan meninggalkan pekerjaan karena alasan kuat. "Menurut HR Expert Dave Ulrich tujuan bekerja bukan selalu berbentuk finansial. Meski banyak artikel yang merujuk jika patokan kenaikan gaji saat pindah kerja adalah 30% tapi selama gaji yang diterima masih bisa memenuhi semua kebutuhan dasarnya, rasanya patokan tersebut sah saja jika diabaikan," lanjut Rima. Biasanya alasan lain kepindahan karena di tempat bekerja sekarang tidak ada perkembangan dan tantangan. Mereka ingin bekerja dan belajar pada orang-orang yang kompeten di bidangnya. Terlebih dapat mengeksplorasi kemampuan dan bisa menunjukkan pekerjaannya pada orang banyak.
TRIBUNPONTIANAKCO.ID - Berikut besaran Gaji pensiunan TNI yang disebut Presiden Joko Widodo atau Jokowi kecil. Rencana kenaikan Gaji pensiunan TNI diungkapkan Presiden Jokowi saat menghadiri

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. “Sehari-hari gaji kami tidak cukup. Kapan naiknya? Karena ini menjadi salah satu sumber kenapa kita sulit memberantas korupsi, … Jadi, kita enggak usah munafik, termasuk saya kalau hanya dari gaji enggak cukup juga,”Nanan saat mengisi Seminar Nasional Komisi Kejaksaan di Hotel Atlet Century, Jakarta Selatan, Kamis Mendengan bapak pernyataan bapak Nanan terharu juga saya, tapi punten pan bagi saya kecil gaji tidak membuat kita 'Lupa' hingga mampu menghalalkan segala cara, bagaimana tidak saya pikir keadaan para polri dengan berbagai fasilitas dan 'rumah' yang diberikan oleh negara atas nama rakyat jauh lebih besar dibanding dengan gaji para rakyat jelata, khususnya kami ini pa yang hidup serba kekurangan yang masih memikirkan apakah besok bisa makan apa tidak. Coba bapak tengok keadaan orang-orang yang tengah berada dipinggiran jalan, dikolong-kolong jembatan dan juga parapekerja pabrik yang kerjanya jauh lebih berat menguras tenaga hingga otak bahkan sampai keringat mengalir deras hanya untuk mempertahankan hidup dengan gaji yang jauh dari kata 'CUKUP' jauh dari kata sejahtera dan pas, bahkan banyak yang sampai gali lubang tutup lubang tapi karena mereka punya 'Iman' bukan berarti dengan keadaan yang serba menghimpit lantas membuat mereka putus asa hingga menghalalkan segala cara. Pantaskan bapa berbicara seperti itu seolah-olah bapa jauh lebih sengsara dari pada kami para rakyat jelata. Apalagi yang kurang..?? masihkan belum mau bersyukur..?? Terkadang memang para pemimpin bangsa kita jauh dari contoh 'Sederhana' kebanyakan hanya lebih kepada gaya hidup yang 'materalistis' yang serba ingin ini dan itu, gaji sebesar apapun rasanya memang tidak cukup maka dari itu mungkin 'berbagai KORUPSI' merajalela karena hanya memperturutkan hawa nafsu. Benar kata bapak KETUA KPK Abraham Samad bahwa para pejabat negara jarang sekali yang hidup serderhana, "Bisa kita lihat mulai di kepala daerah, mereka berubah hidup serba materialitis, bukan berikan contoh hidup yang jujur yang sederhana. Jadi masyarakat tidak ada yang dicontoh," Sumber 11/10/2012. Para pejabat yang hidupnya hanya mengandalkan dan memperturutkan hawa nafsu hanya akan memperburuk negara ini, jadi wajar saja sampaikapanpun negara kita tidak akan pernah terbebas dari yang namanya 'KORUPSI dan KEMISKINAN'. Tidak banyak para pejabat yang mau hidup sederhana, tapi ada sebagian yang memang tidak mau menonjolkan hidup 'Hedonis' seperti kebanyakan para pejabat lainnya, diantara para pejabat yang hidup sederhana mungkin selalu luput dari para media, karena rasanya kurang HOT berita jika menampilkan pola hidup yang biasa-biasa saja tapi paling tidak ini secara tidak langsung 'mengajarkan' masyarakat kita untuk hidup 'bermimpi' seperti para pejabat. Sedikit contoh para pejabat yang mungkin patut kita ambil hikmahnya 1. Tb Soenmandjaja Rukmandis Anggota DPR dari FPKS ini mengaku sehari-hari menggunakan angkutan umum untuk menuju Gedung DPR. Dari rumahnya yang terletak di Bogor, Kang Soenman, demikian dia biasa disapa, berjalan kaki menuju tempat angkot ngetem. Perjalanan dia lanjutkan menggunakan KRL hingga Stasiun Karet. Nah, dari stasiun ini, Kang Soenman memilih naik Kopaja 608 jurusan Blok M – Tanah Abang hingga ke Gedung Dewan. Padahal kalau mau, Soenman bisa menggunakan Toyota Rush dan Suzuki APV yang terparkir di rumahnya. Namun dia lebih suka berangkat kerja dengan angkutan umum karena Soenman bisa bertemu banyak orang untuk menyerap aspirasi. 2. Akbar Faizal Politikus dari Partai Hanura, Akbar Faizal, juga salah satu pejabat yang menyimpan mobilnya dan memilih menggunakan kendaraan umum saat pergi ke tempat kerja. Akbar yang tinggal di Depok, Jawa Barat, tidak mau kehilangan banyak waktu di jalan karena macet. Itu makanya dia memilih menggunakan KRL. Biasanya Akbar naik dari Stasiun KA Depok Lama dan turun di Stasiun Dukuh Atas. Lalu dia melanjutkan perjalanan ke Gedung DPR dengan menumpang taksi atau ojek. Akbar menaruh mobilnya di Gedung DPR karena terkadang dia harus menghadiri kegiatan Dewan di luar Gedung DPR. Untuk diketahui, Akbar memiliki Honda Civic keluaran 2008 dan Honda CRV edisi 2009 yang dibelinya sebelum menjadi anggota Dewan. 3. Aus Hidayat Nur 1 2 Lihat Politik Selengkapnya

Sejumlahperusahaan Boltim sudah menerapkan gaji terhadap karyawannya sesuai UMP. "Ada 58 perusahaan yang kelas kecil, yang besar hanya PT JRBM, Ada juga PT ASA dan Perusahaan Geotermal, mereka sudah punya Jamsostek," jelas Helmi. Doa Pagi yang Bisa Mendatangkan Rezeki Halal Lancar dan Berkah Sepanjang Hari 6 jam lalu . Gempa
Meski tidak selalu, orang bekerja memang bertujuan untuk mendapatkan sejumlah uang melalui gaji bulanan. Banyak orang yang mencari perusahaan bonafid agar memiliki penghasilan yang cukup besar, meski tuntutan pekerjaan dirasakan sangat tinggi. Apalagi suasana dan lingkungan pekerjaan yang sehat, mereka bisa menjadi pegawai yang betah bertahun-tahun mengabdi pada perusahaan ada pula beberapa orang yang memiliki pekerjaan berpenghasilan rendah, namun tetap bertahan dalam perusahaan tersebut. Atas dasar loyalitaskah mereka bertahan? Belum tentu, bisa jadi bertahannya mereka di tempat kerja tersebut atas pertimbangan-pertimbangan berikut Sudah merasa nyaman dengan lingkungan dan suasana kerja Seorang pegawai tidak akan mengenal kata I hate Monday’ jika sudah merasa nyaman dengan suasana di tempat kerja. Meski memiliki penghasilan rendah, namun karena berada dalam lingkungan kerja yang sehat, rekan-rekan kerja yang saling mendukung, menjadi alasan kamu betah bekerja di kantor kantor yang nyaman dan menyenangkan bisa meningkatkan produktivitas pegawai dan target perusahaan pun tercapai dengan Tidak memiliki kemampuan dan skill yang mumpuni Karena merasa memiliki kemampuan yang terbatas, seorang pegawai biasanya akan berfikir ulang sebelum memutuskan pindah tempat kerja. Perusahaan yang memberikan gaji tinggi tentu saja akan menerapkan syarat dan skill yang tinggi kamu memiliki kemampuan dan keahlian yang rendah namun tetap ngotot melamar ke perusahaan besar dan tanpa persiapan matang, itu artinya kamu sama saja dengan bunuh Atasan yang baik hati dan akomodatif Siapa yang tidak betah memiliki atasan yang baik dan selalu mendengarkan keluh kesah para bawahannya? Meski memiliki gaji rendah, biasanya seorang pegawai akan tetap bertahan dalam perusahaan karena merasa cocok dengan si boss. Atasan yang baik hati dan selalu mengakomodinir kebutuhan para bawahannya membuat suasana kerja terasa menjadi Tidak mau keluar dari zona aman dan nyaman Karena merasa sudah merasa nyaman di perusahaan yang sekarang, seorang pegawai biasanya akan berfikir ulang jika ingin pindah tempat kerja. Kekhawatiran akan mendapat lingkungan kerja yang tidak sehat di tempat baru menjadi alasan seseorang memutuskan untuk tetap bertahan meski bergaji kecil seperti bos baru, suasana baru, sistem kerja dan rekan-rekan yang baru, tidak lantas membuat pegawai bisa mendapatkan kembali zona Belum memiliki pilihan tempat kerja lain Meski sudah melamar ke perusahaan lain, ada pegawai yang memutuskan bertahan di tempat kerja karena belum memiliki pilihan tempat kerja. Daripada harus mengundurkan diri sementara pekerjaan lain belum didapatkan, mereka biasanya bertahan meski harus menerima gaji yang tidak Tuntutan tanggung jawab sebagai kepala keluarga Pegawai yang sudah menikah biasanya akan lebih memikirkan dalam-dalam saat memutuskan akan pindah kerja. Pindah tempat kerja artinya harus menyesuaikan diri dengan sistem kerja dan kebiasaan di perusahaan tersebut dan hal tersebut berdampak bagi kehidupan keluarga. Belum lagi jika tempat kerja baru tersebut berada di luar kota sehingga akan mengurangi kebersamaan bersama baik-baik sebelum memutuskan pindah kerja. Ada banyak hal yang harus difikirkan dan dipertimbangkan ketika mengambil keputusan besar tersebut. Lebih baik memiliki gaji cukup asalkan hati tenang dan nyaman, daripada gaji besar namun suasana kantor yang tidak sehat dengan tingkat stress yang cukup tinggi. Bersyukurlah atas rejeki yang diberikan Tuhan, kebahagiaan pun pasti akan didapatkan. IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
Pekerjaanakan menjadi lebih berkah bila tidak melupakan Tuhan dan bersedekah. Jangan gengsi untuk bekerja, pekerjaan sekecil apapun itu tetap kerjakan. Gaji kecil lebih baik
Siapa pun orangnya, pasti menginginkan gaji yang besar. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan dan juga semua keinginan. Namun apakah Anda juga pernah bahkan sering mendengar keluhan di sekeliling Anda bahwa gaji yang diterima tiap bulan tidak pernah cukup, bahkan hanya pas untuk membiayai kebutuhan pokok saja. Bahkan lebih ironis lagi ketika sebagian orang yang punya pekerjaan tetap namun masih harus “nombok” alias berutang kiri-kanan untuk memenuhi kebutuhan tak jarang terjadi. Padahal gaji pas-pasan sekalipun sejatinya tidak sepenuhnya benar untuk dalih sulit mencukupi kebutuhan pokok. Terlebih lagi beranggapan bahwa kebutuhan hidup cukup sulit dipenuhi selama hanya jadi karyawan. Sebab jika dipelajari lebih dalam dengan melakukan pengaturan keuangan dengan baik, menjadi karyawan juga bisa kok untuk menutup kebutuhan, dan bisa menabung dengan baik. Bahkan sebenarnya dengan pendapatan yang tetap itu, maka perencanaan keuangan pun lebih mudah pengaturannya. Maka dari itu, cobalah untuk menghindari beberapa alasan yang membuat gaji terasa selalu kurang, dan kenali penyebabnya. Berikut penyebab kenapa gaji bulanan Anda selalu terasa kurang, di antaranya Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya! Bandingkan Produk KTA Terbaik! 1. Gaya Hidup Hedon’ Belanja memang menyenangkan tapi harus dikontrol juga Gaya hidup hedonisme memang identik dengan konsumtif. Perilaku yang suka menghambur-hamburkan uang alias boros ini tak lepas dari sifat konsumtifnya akan segala hal yang diinginkan, tanpa berpikir panjang. Sikap konsumtif sudah pasti bertolak belakang dengan produktif. Maka berapapun uang yang ada, tidak akan pernah cukup bila kita memiliki gaya hidup yang hedon’ ini. Gaya hidup ini seringkali tidak memperhatikan mana yang prioritas dan mana yang tidak. Asal ingin memiliki suatu barang atau sekedar mengikuti tren yang ada, tanpa berpikir panjang, semuanya dibeli. Menghabiskan waktu setiap ada kesempatan untuk cuci mata di mall dan memanjakan diri dengan produk-produk yang sebenarnya tidak dibutuhkan akan menguras cepat menguras dompet dengan cepat. Tahu kah Anda, wisata kuliner yang berlebihan itu pun sebenarnya juga gaya hidup hedon’. Sebab harga jual makanan itu pun umumnya tidak semurah bila kita membeli bahan-bahan makanan untuk memasak sendiri. Satu porsi untuk sekali makan saja, harganya bisa puluhan ribu. Belum lagi di tempat-tempat yang dibilang prestisius. Anggap saja harga Fish and Chip satu porsi 1 Minggu 7 porsi x = 1 Bulan 30 porsi x = 1 Tahun 365 porsi x = Ilustrasi itu hanya satu menu pokok saja. Belum lagi dengan aneka macam minuman dan makanan ringan lainnya yang rata-rata harganya juga relatif cukup mahal. Jadi mengejar dan menikmati kesenangan dari materi sebagai tujuan utama dalam hidup ini adalah yang sebenarnya bisa membuat berapa pun gaji diterima akan terasa kurang terus. Jadi, bijaklah membelanjakan uang Anda dengan tidak membeli barang yang tidak perlu. Jauhkan dari hanya sekedar ingin’ ketika pergi ke pusat perbelanjaan dan tempat-tempat kuliner. 2. Kebiasaan Merokok dan Minum Alkohol Merokok merugikan kesehatan juga kantong Anda Musuh pertama dari sikap hidup hemat adalah gaya hidup kita sendiri. Salah satu gaya hidup orang yang sebenarnya buruk dan jelas berdampak langsung bagi kesehatan adalah kebiasaan merokok. Setidaknya bila masih terus hendak memelihara kebiasaan merokok maka perhatikan hitungan berikut ini 1 bungkus rokok 1 Minggu 7 bungkus x = 1 Bulan 30 bungkus x = 1 Tahun 365 bungkus rokok x = Perhitungan ini adalah asumsi dasar bahwa dalam sehari, seorang perokok bisa menghabiskan satu bungkus rokok. Kelihatannya mungkin kecil tapi pada dasarnya ini sama saja dengan 20 % dari gaji perbulan yang didapatkan, dengan asumsi gaji adalah per bulan. Tentu kalkulasi ini terus bertambah bila jumlah bungkus rokok yang dihabiskan lebih banyak. Ini hanya satu kebiasaan buruk saja, bayangkan bila ditambah dengan kebiasaan buruk lainnya. Begitu juga dengan kebiasaan mengonsumsi minuman alkohol. Selain dampaknya yang buruk bagi kesehatan yang ujung-ujungnya juga bisa menelan biaya perawatan dan pengobatan apabila mengidap suatu penyakit akibat minuman ini, alkohol juga dikenal dengan harganya yang tidak semurah minuman ringan. 3. Tidak Bisa Membedakan Mana Irit dan Mana Yang Pelit Mobil tergores “Jangan sampai mau untung malah buntung”, ada yang bilang demikian. Terkadang sikap demikan kerap terjadi. Maksudnya ingin irit, malahan terkesan pelit yang ujung-ujungnya jadi rugi lebih banyak. Sebagai contoh adalah kasus parkir liar, karena orang enggan membayar lebih mahal untuk parkir resmi. Kelihatannya memang murah, karena hanya 2000 sekali parkir, tapi bila dikalikan tentu bisa jadi besar. Ini hanya dari segi biaya parkirnya, yang tidak kelihatan justru adalah risikonya, karena bisa jadi mobil terserempet kendaraan lain, tertabrak, dan yang lebih parah adalah hilang karena dicuri. Baca Juga Cara Memilih Asuransi Kendaraan dengan Tepat 4. Obsesi Mengejar Obral’ dan Diskon Mengejar produk yang diobral murah Hal lain yang juga perlu dikenali gemar mencari barang-barang yang diobral murah atau potongan harga dengan model diskon. Ini memang memberikan keuntungan bila barang yang sedang didiskon tersebut memang produk yang dibutuhkan. Namun kebiasaan mengejar diskon ini juga tak selalu baik. Sebab akan mendorong untuk membeli barang tersebut meski sebenarnya tidak diperlukan. Terlebih lagi bia menjadi tergiur untuk membeli dengan jumlah yang banyak. Dan yang perlu diperhatikan lagi, sesungguhnya harga-harga barang yang didiskon itu tidak selalu benar-benar murah. Tidak sedikit pula sebenarnya harga tersebut sudah dinaikkan terlebih dahulu baru dibanderol dengan label diskon sekian persen, hanya untuk menarik keinginan konsumen untuk membelinya. Bagaimanapun juga model diskon juga kerap sebagai strategi marketing saja. Memanfaatkan efek psikologis orang untuk tidak enggan membelanjakan uangnya. Jadi cermat dalam melihat promo-promo sangat penting agar tak sekedar tergoda dengan promo semu yang ditawarkan. Sebab barang diskon dari cuci gudang terkadang jumlahnya terbatas, ada kemungkinan mendapatkan yang berkualitas rendah. 5. Tidak Paham Layanan Keuangan Manfaatkan layanan keuangan yang ada Data dari World Bank menunjukan bahwa 49% masyarakat Indonesia masih belum tersentuh dan tidak mengerti pentingnya layanan finansial perbankan. Alasannya pun bermacam-macam, 79% mengatakan tidak memiliki layanan perbankan, termasuk juga tentunya rekening bank, dan sisanya mengatakan alasan lain-lain, termasuk tidak merasa mendapat manfaat dari menabung, tidak punya pekerjaan tetap sehingga perlu rekening sebagai sarana pay roll dari bank dan sejenisnya. Ini tentu mengejutkan, karena dengan demikian maka ada kemungkinan banyak masyarakat yang belum melek terhadap pentingnya layanan finansial. Padahal memahami adanya layanan finansial ini memberikan banyak manfaat sebagai pengelola keuangan lebih baik. 6. Selalu Defisit Paling tidak enak bukan bila punya utang? Defisit keuangan terjadi ketika pendapatan tidak sebesar pengeluaran. Peribahasa besar pasak daripada tiang’ ini merupakan bencana keuangan. Bagaimana tidak? Sebab pendapatan yang diperoleh setiap bulannya ternyata tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok dan masih harus mencari pinjaman sana-sini untuk menutupnya. Gaji bulanan pun seolah hanya numpan lewat saja. Padahal kebutuhan untuk masa depan sangat penting untuk dipersiapkan dari sebelumnya. Untuk itu bijak menggunakan pendapatan dan cermat dalam membelanjaan sangat penting diperhatikan bila tidak ingin hanya gali lobang tutup lobang, pinjam uang tutup utang’. 7. Enggan Buat Anggaran Perbulan dan Tak Sadari Pentingnya Investasi Kenali investasi dan nikmati manfaatnya Meski layanan investasi dan panduan dalam membuat anggaran bulanan sudah banyak ditemukan, namun nyatanya tidak sedikit yang masih belum memanfaatkannya. Padahal dengan membuat pos anggaran per bulan dengan baik, maka akan melatih diri untuk disiplin dan bijak menggunakan penghasilan. Begitu juga dengan investasi, tak sedikit orang masih menganggap bahwa menabung saja sudah cukup, padahal ada faktor lain seperti misalnya inflasi dan gangguan finansial makro lainnya. Dengan memanfaatkan layanan investasi, artinya kita memutar uang kita untuk lebih berkembang dan mendapatkan untung lebih. Sehingga uang tidak hanya berdiam di dalam dompet atau di bawah bantal saja, tapi dimanfaatkan untuk memperoleh return yang tinggi. Tentu yang harus diperhatikan juga adalah memilih instrumen investasi yang baik dan aman serta nyaman sesuai keinginan. Baca Juga Inilah 7 Produk Investasi Pilihan Beserta Kelebihan dan Kekurangannya 8. Menganggap Sepele Asuransi Jadikan diri merasa aman dan nyaman karena terlindungi oleh asuransi Jangan sekali-kali menyepelekan pentingnya memiliki asuransi, baik kesehatan maupun asuransi jiwa. Tentu hidup aman-aman saja dan terhindar dari sakit dan penyakit itu harapan semua orang. Namun kita tidak pernah tahu kapan sakit atau bencana itu datang menghampiri. Sudah pasti mengantisipasi atau mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan itu penting daripada tidak sama sekali. Bisa dibayangkan ketika ketika sakit, biaya perawatan dan pengobatan tidaklah murah. Bila memiliki asuransi, maka beban tagihan itu bisa dilindungi oleh asuransi. Bila tidak, bisa-bisa seluruh harta benda dijual hanya untuk biaya pengobatan. 9. Punya Terlalu Banyak Kartu Kredit dan Minim Bayar Tagihan Jangan terlalu banyak kartu kredit bila tak ingin pusing membayar tagihannya Punya kartu kredit sebenarnya adalah keuntungan, asal tau cara mengelola dengan benar. Bila tidak, maka akan jadi bencana keuangan, apalagi bila sudah sukses aplikasi kartu kredit yang pertama. Selanjutnya bisa kecanduan dengan kemudahannya, dan akhirnya terus mengajukan hingga terlalu banyak pegang kartu kredit. Sementara itu, kemampuan membayar tagihan kartu kredit hanya sampai batas jumlah minimum, tidak termasuk bunga cicilan tagihan kartu kreditnya. Padahal yang demikian akan memperparah keuangan. Pasalnya, bila belum lunas tagihan di bulan sebelumnya akan diakumulasikan di bulan berikutnya. Semakin menunggak maka semakin besar pula bunga yang harus dibayarkan. Nah, kebayang kan bila jumlah kartu kreditnya banyak? Gaji akan Cukup dengan Cermat Mengelola Keuangan Setiap bulan, selalu saja merasa gaji yang diterima tidak pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan. Jika gaji kecil, tampaknya wajar saja bila banyak hal yang tidak bisa dipenuhi. Alih-alih bisa merasa sejahtera, tidak mengalami defisit dan gali lubang tutup lubang’ saja sudah untung. Namun berbeda halnya bila sebenarnya gaji yang diterima sudah cukup lumayan, terlebih lagi bila jumlahnya besar. Selain bisa memenuhi kebutuhan pokok, tentunya juga ada uang lebih untuk sesuatu yang lain. Namun tak jarang meski gaji sudah besar, tapi rasanya tetap saja kekurangan uang menjelang akhir bulan. Nah, kondisi seperti ini menunjukkan bahwa ada yang salah dalam pengelolaan keuangan Anda. Bijak dalam mengelola keuangan pribadi dengan tahu alasan-alasan di atas adalah sumber dari kecukupan keuangan dari gaji setiap bulannya. Selain itu, juga akan menghindarkan diri dari stres yang mengganggu kesehatan yang ujungnya akan mengganggu keuangan bisa sakit. Untuk itu mulailah dengan cermat menggunakan gaji bulanan Anda bila tidak ingin selalu kesulitan tiap akhir bulan. Sehingga gaji bulanan pun akan terasa menjadi suatu hal yang patut disyukuri. Baca Juga Tips Cerdas Menjalankan Resolusi Keuangan Tapi ingat, jangan sampai perusahaan tahu bahwa kamu sedang mencari-cari pekerjaan lain. Cara yang terakhir adalah resign. Cara ini merupakan cara terakhir jika Uang tidak bisa membeli kebahagian!Klise, tapi nyatanya kalimat itu dipatahkan dengan kenyataan yang ada. Diam-diam kamu dan hampir kita semua masih berharap punya gaji atau penghasilan yang lebih besar dari sekarang. Alasan apa lagi kalau bukan kebutuhan yang rasanya tak pernah memuaskan hasratmu yang semakin lama justru semakin banyak maunya. Rasa tak pernah puas sebenarnya manusiawi sekali. Tapi mau sampai kapan kamu terus menuruti ego yang pada akhirnya hanya tak merepotkan kalau ini membuat beberapa orang bersedia menghalalkan segala cara untuk memenuhinya. Kamu sendiri semakin sering membanding-bandingkan apa didapatkan sekarang, sampai lupa untuk sekadar mensyukurinya. Padahal gaji kecil bukan berarti hatimu ikut sempit. Setidaknya beberapa hal ini perlu kamu ingat Jangan terus berandai punya gaji besar, karena yang penting sekarang kamu punya penghasilan sendiriEnak kali ya kalau punya gaji besar. Bisa punya tabungan lebih, bisa buat jalan-jalan atau beli memang mudah, tapi pada akhirnya itu buatmu lelah. Ibarat menaiki tangga tapi sayang tujuannya tak jelas. Membuatmu hanya terus menajak dan menajak, dengan satu kekhawatiran. Bagaimana kalau tangga yang jadi pijakan angan-anganmu runtuh karena hantaman kenyataan yang lebih kuat? Mau sampai kapan kamu menyiksa dirimu dengan pengandaian yang tak jelas juntrungannya?Toh saat ini yang penting kamu punya penghasilan sendiri. Di usia yang cukup muda kamu, tak perlu lagi meminta orangtua. Sekalipun mereka mampu dan berkecukupan untuk membiayai semua keperluan serta kesenanganmu. Bukankah punya penghasilan sendiri sudah membuatmu punya kebanggaan tersendiri? Bahkan orangtuamu pun bangga denganmu yang dianggap sudah mulai bisa mandiri secara Manusiawi memang hasrat untuk punya uang lebih, tapi apa iya bisa jadi jaminan untuk buatmu happyManusia memang tak pernah puas. Maunya bukan sekadar cukup, tapi harus lebih dan lebih. Seolah sesuatu yang berembel-embel lebih itu jaminan untuk bahagia. Padahal bahagiamu tak bisa jika hanya diukur oleh materi yang dirimu peroleh. Melakukan hal-hal yang menyenangkan dan pastinya memberi manfaat, seperti hobi. Siapa tahu hobimu ini bisa jadi ladang penghasilan Coba lihat ke bawah sesekali, di luar sana masih ada yang gajinya lebih kecil lagiKapan ya bisa punya gaji sebesar dia. Padahal aku punya pengalaman lebih banyak dari dia!Jujur, kadang keinginan punya gaji lebih besar itu datang karena melihat seseorang yang penghasilannya lebih tinggi darimu. Tepatnya kamu sedikit iri dengan mereka, apalagi saat dirimu merasa punya pengalaman yang lebih banyak. Tapi di titik ini harusnya kamu mengerti, bahwa menyusuri perjalanan tak bisa dengan kepala yang terus mendongak ke perlu sesekali melihat ke bawah pijakanmu. Sebab di bawah sana ada hal-hal yang bisa membuatmu belajar hati-hati, hingga bersyukur dengan yang kamu miliki. Di bawah sana pun ada banyak yang gajinya lebih kecil darimu. Tapi mereka tak sepertimu yang lupa bersyukur dan sibuk berandai daripada Anggap saja gaji kecil ini tempat kamu belajar mengatur keuangan dengan sebaik-baiknyaSebenarnya gajimu ini cukup untuk memenuhi semua kebutuhanmu. Bahkan kamu pun bisa menyisahkannya sedikit untuk ditabung. Hanya saja kadang kamu lupa untuk mengatur penghasilanmu dengan sebaik-baiknya. Membuat peribahasa “lebih besar pasak daripada tiang” ini terjadi di dirimu. Padahal harusnya gaji yang sedikit ini pun bisa jadi wadah kamu untuk belajar mengolah keuangan. Bagaimana caranya gaji sebesar itu bisa memenuhi kebutuhanmu dalam sebulan? Mulai dari yang paling penting alias primer, lalu skunder, sampai yang tersier seperti bervakansi atau membeli gawai Sebab semua ada prosesnya, seperti gaji yang pasti meningkat selama karirmu terus dikembangkanSiapa bilang gajimu tak bisa meningkat? Bisa, tapi bukan berarti gajimu yang sekarang ini diratapi. Percaya saja semua pasti sudah ada dalam porsinya. Sekarang kamu harus bersyukur dengan gaji yang menurutmu sedikit. Bagaimana caranya supaya gaji sedikit ini memberi banyak pelajaran ke dirimu? Salah satunya tak lupa untuk berbagi dengan sesama mungkin. Toh gajimu pun ini berproses seperti halnya karirmu. Selama kamu masih punya kemauan untuk selalu lebih memajukan langkah karirmu. Selama itu pula kesempatan untuk ada peningkatan gaji dengan gaji kecil ataupun besar. Toh rezekimu sampai kapan pun tak akan pernah tertukar Gajike Tiga Belas vs Bea Siswa. Jakarta - Bulan Juni atau Juli 2010 sekarang ini ramai dibicarakan khususnya bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) seluruh Indonesia. Sebuah berkah yang diberikan

Manusia itu memang pada dasarnya tidak pernah merasa puas. Namanya punya penghasilan pun ya sangat wajar jika punya harapan yang besar dan lebih lagi. Termasuk urusan gaji, gak dimungkiri setiap pekerja ingin mendapatkan gaji yang besar dengan berbagai tunjangan serta uang bonus lainnya. Sekali lagi, manusia berharap begini ya sah-sah memang banyak yang tak sejalan, dan kenyataannya malah akan membuat hati tak puas. Namun, sisakan sedikit rasa syukur pada diri kita agar kita menjadi manusia yang tak lupa akan nikmat Tuhan. Bersyukur akan menambah berkah yang diberikan Tuhan kepada kita semua. Meskipun bergaji kecil jangan sedih, ada banyak hal baik serta hikmah yang bisa kalian ambil, di antaranya sebagai berikut ini Setidaknya ada pemasukan untuk membeli kebutuhanSedih bergaji kecil ya boleh saja, tapi apakah pernah bersyukur meskipun demikian setidaknya ada pemasukan bulanan untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Daripada tidak ada pemasukan sama sekali, lebih baik manfaatkan gaji untuk mengutamakan apa yang kita butuhkan untuk hidup dan bukan untuk gaya hidup. Kesampingkan segala keinginan agar sedikitnya masih bisa menabung tanpa berutang sana-sini. Sumber foto karena masih punya pekerjaanDi masa pandemi ini banyak sekali pekerja yang dirumahkan dan otomatis tidak mempunyai penghasilan lagi. Jika ada yang pada posisi ini tentu saja akan berada dalam kesulitan, sementara kebutuhan tidak bisa dihentikan. Butuh makan, butuh membeli kebutuhan lainnya, bayar listrik, dan sebagainya. Ada hal yang bisa kita petik hikmahnya di sini bahwa meskipun gaji kita kecil, sisakan di ruang hati kita untuk bersyukur karena masih diberikan pekerjaan dan setidaknya bisa makan untuk melanjutkan hidup kita. Jadi, jangan terlampau punya ego yang berlebihan karena empati kita sendiri harus peka terhadap masyarakat lainnya yang sedang tidak punya pekerjaan. Gaji sedikit masih bisa menghidupimuGaji sedikit bukan saatnya untuk mengeluh, tapi semangat untuk menambah pengasilan dari sisi lainnya. Misalnya, dengan berdagang, menawarkan jasa, melamar freelance, dan hidup dari gajimuGaji kecil bukan akhir dari dunia, tapi kamu bisa berusaha dari hal yang lainnya untuk memberdayakan diri serta menaikkan prestasi. Semuanya juga akan nikmat adanya jika dari nol hingga mencapai sukses nanti pun akan merasa puas dan lebih indah perjuangannya. Gaji kecil tidak masalah, yang penting bisa hidup dengan gaji tersebut, setidaknya utamakan kebutuhan diri dan jauhkan dari hal-hal yang berbau konsumtif dahulu. Sumber foto mengatur keuangan semakin terasahPercayalah, di balik penghasilan yang kecil pasti banyak hikmah yang dapat kita ambil. Kita dapat mengatur keuangan sebaik-baiknya sehingga gaji kita cukup dan syukur-syukur masih bisa menabung. Mengatur keuangan merupakan keterampilan berdasarkan pengalaman yang kita punyai, sehingga hidup pun akan lebih teratur dan terarah. Hikmahnya lagi, yaitu kemampuan mengatur keuangan akan menjadi terasah. Siapa tahu nanti gajinya menjadi besar sudah biasa mengaturnya dan tetap bersikap disiplin serta teratur menganggarkan keuangan. Harapan manusia boleh kok setinggi langit. Mimpi juga gratis tidak usah membayarnya. Namun, semua itu bisa dilalui dengan usaha serta berdoa karena rezeki yang Tuhan turunkan tidak seketika jatuh begitu saja dari langit. Untuk itu, perbanyaklah kadar bersyukur dalam diri karena itu akan menambah berkah. Tuhan memberikan sedikit pun jika kita pandai bersyukur akan diberi berkah yang melimpah. RF

KickAndy: Kick Andy kali ini hadir dengan tema "Hadir Pol, Gaji Nol" menampilkan guru-guru yang mengajar di daerah-daerah terpencil dengan gaji yang kecil, status honorer, tetapi semangat mereka luar biasa, dan pantang mundur demi anak-anak didik mereka yang membutuhkan kehadiran mereka, Sabtu (29/11/2014).

Untuk mendapatkan uang, semua orang harus bekerja. Kini, lebih banyak orang mencari pekerjaan dibandingkan pekerjaan itu sendiri. Satu lowongan pekerjaan, bisa direbutkan oleh puluhan bahkan ratusan para pencari kerja. Mencari pekerjaan adalah hal yang sangat melelahkan. Namun, bagaimana dengan bekerja namun punya gaji yang kecil? Sebetulnya, besar ataupun kecil relatif dengan siapa penerimanya. Tapi, gaji kecil juga bisa disebutkan ketika besaran gaji tersebut tidak sebanding dengan pekerjaan yang dilakukan atau kalau dihitung-hitung, upah hariannya tidak seberapa. Gaji kecil selalu jadi keluhan. Tapi, cari kerja yang lain juga tidak semudah itu. Oleh karenanya, berikut ini merupakan beberapa hal yang bisa kamu lakukan saat punya gaji yang kecil. 1. Atur pengeluaran dengan bijak Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah sesuaikan gaya hidup dan kebutuhan dengan gaji yang didapatkan. Sekalipun harus berhemat dengan sangat, lakukan hal tersebut agar gaji yang didapatkan bisa menutupi kebutuhan. Jangan sampai berutang. Kalau kamu bisa menyeimbangkan antara pengeluaran dan pendapatan, maka gajimu yang kecil dipaksa-paksa bisa untuk bertahan hidup. Jangan gengsi untuk hidup sederhana dan secukupnya. 2. Cari pekerjaan sampingan Pekerjaan sampingan bisa kamu lakukan untuk menambah penghasilan. Sekarang, tidak ada alasan untuk tidak punya penghasilan tambahan. Hal yang dibutuhkan hanyalah kemauan. Ketika kamu tidak punya tempat, maka kamu bisa sewa atau bahkan memanfaatkan teras rumah. Ketika kamu tidak punya modal, maka kamu bisa menjual kembali dagangan orang atau istilahnya menjadi distributor/reseller/dropshiper. Ketika kamu tidak suka berjualan, maka kamu bisa menjadi pengusaha freelance, seperti menjadi penulis, tukang foto, pelukis, apa pun itu. 3. Banyak-banyak bersyukur Kata orang, segunung emas tidak akan cukup bagi orang yang serakah. Tapi, sepiring nasi itu cukup untuk orang yang bersyukur. Jadi, seberapa banyak harta yang kamu miliki tidak akan terasa cukup ketika kamu menjadi orang yang serakah. Namun ketika kamu banyak bersyukur, maka kamu lebih pandai menghargai apa yang kamu miliki. Oleh karena itu, kamu harus banyak bersyukur agar kamu merasa bahagia dalam hidup. Jangan sampai kamu terus melihat ke atas dan lupa bahwa kamu juga masih memijak pada tanah yang rendah. 4. Tingkatkan skill dan kemampuan Jangan menyerah dan terus meningkatkan skill dan kemampuan. Meningkatkan skill dan kemampuan atau bahkan berusaha untuk keluar dari zona nyaman dan mencari banyak kuasa baru, akan membuat kamu punya keunggulan yang layak diperhitungkan. Seiring waktu, semua itu tidak mustahil untuk dapat meningkatkan pendapatan yang kamu miliki, sehingga kamu bisa lebih banyak menabung dan menyimpan uang untuk kemudian hari. Jadi, itu dia beberapa hal yang harus kamu lakukan saat punya gaji kecil. Semoga bermanfaat, ya! BVe6J.
  • lfzo816rqb.pages.dev/419
  • lfzo816rqb.pages.dev/106
  • lfzo816rqb.pages.dev/144
  • lfzo816rqb.pages.dev/317
  • lfzo816rqb.pages.dev/150
  • lfzo816rqb.pages.dev/183
  • lfzo816rqb.pages.dev/76
  • lfzo816rqb.pages.dev/379
  • gaji kecil tapi berkah