Untukmenilai dan menghitung biaya persediaan, ada 3 metode yang bisa digunakan, yaitu: 1. Metode Rata-rata 2. Metode LIFO (Last In First Out) 3. Metode FIFO (First In First Out) Demikian sedikit yang bisa kami bagikan tentang harga pokok produk. Semoga bermanfaat dan terima kasih .*****
Strategi Penetapan Harga Menu Makanan bagi Bisnis Restoran Bagaimana cara menentukan harga menu makanan ketika menjalankan bisnis restoran? Berikut strategi penetapan harga dalam bisnis restoran yang bisa Anda terapkan menurut blog Mekari Jurnal! Harga makanan yang tertera secara langsung akan berdampak pada keuntungan bisnis Anda. Oleh karena itu, dibutukan pertimbangan yang cermat dalam menentukan harga menu. Pertimbangan-pertimbangan tersebut seperti markup harga, margin keuntungan, Harga Pokok Penjualan HPP, dan harga psikologis. Ada beberapa cara untuk memberi harga pada menu Anda. Contohnya, Anda bisa membebankan harga jual tiga kali lipat dari HPP suatu set menu atau sedikit lebih rendah dari harga jual menu yang dimiliki pesaing Anda. Namun, penentuan harga berdasarkan “tebakan” seperti itu bukanlah cara terbaik. Berikut beberapa strategi yang bisa Anda gunakan untuk menentukan harga menu makanan bagi bisnis restoran. Hal-Hal yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Strategi Penetapan Harga Dalam Menu Bisnis Restoran Sebelum Anda menetapkan harga menu, ada beberapa aspek dari Food Cost yang harus dipertimbangkan. Food Cost adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan dalam memproduksi satu porsi makanan atau minuman. Biaya-biaya tersebut seperti biaya peralatan, utilitas, gaji karyawan, aset tetap, bahan baku, dan masih banyak lagi. Anda harus secara cermat dan konsisten memerhatikan aspek-aspek ini karena perubahan dari aspek-aspek ini juga dapat memengaruhi harga menu Anda. Biaya Langsung Direct Cost. Bahan-bahan baku yang Anda beli langsung untuk satu set menu serta porsi makanan yang Anda jual ke pelanggan termasuk dalam jenis biaya ini. Biaya Tidak Langsung Indirect Cost. Biaya ini adalah hal-hal yang Anda bayarkan selain untuk bahan baku utama set menu Anda. Hal-hal tersebut adalah bagian dari restoran yang berfungsi menambah nilai dan kualitas restoran Anda – dekorasi meja, tanaman hias, dan lainnya. Biaya Overhead. Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan dan menunjang aktivitas operasional restoran Anda. Jenis biaya tersebut sama seperti biaya pemasaran, biaya iklan, dan lainnya. Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung. Sebenarnya, biaya ini adalah bagian dari Biaya Tidak Langsung. Misalnya, jika terdapat pesanan khusus dalam partai besar, Anda perlu membayar upah ekstra bagi koki yang mengerjakan pesanan tersebut. Penentuan biaya bisa didasarkan pada waktu sampai pesanan diselesaikan atau jumlah porsi pesanan khusus tersebut. Food Cost yang bersifat fluktuatif. Terdiri dari apa yang Anda bayar untuk bahan-bahan makanan yang bisa berubah seiring dengan pergantian musim dan kondisi ekonomi. Biaya Pelayanan Service Cost. Biaya ini dapat menaikkan atau menurunkan harga menu Anda tergantung pada jenis restoran. Misalnya, Anda dapat membebankan Biaya Pelayanan lebih sedikit di restoran berjenis kasual karena Anda tidak memberikan pelayanan khusus seperti di restoran berbintang lima. Namun jika Anda membuka restoran berbintang lima atau bergaya Perancis atau Itali, bebankan biaya lebih untuk jenis pelayanan yang Anda berikan. Ingat, jangan memberi Biaya Pelayanan yang berlebihan – pastikan biayanya sesuai dengan kualitas pelayanan Anda. Batasan Harga Pricing Boundaries. Ini diperlukan untuk mengetahui jumlah harga terendah dan tertinggi yang dapat Anda bebankan untuk setiap set menu Anda. Misalnya, jika Anda ingin memberikan tambahan item seperti topping dan semacamnya, Anda harus menghitung agar satu set menu dan tambahan item tersebut tetap berada di batas margin keuntungan yang Anda terapkan. Berikut beberapa strategi atau metode penetapan harga menu makanan yang bisa Anda coba 1. Tentukan Harga dengan Membagi HPP dengan Persentase Margin yang Ditentukan Misalnya, Anda membeli 1 Kg ayam dengan harga per gramnya Rp50, sehingga total biaya pembelian Anda adalah Katakanlah Anda menggunakan 100 gram ayam per porsi suatu menu, maka biaya dari penggunaan ayam untuk satu porsi menu adalah Rp50 x 100 gram. Lakukan ini untuk setiap gram dari bahan baku lainnya. Asumsikan ditambah dengan bumbu masak, sayur, minyak goreng, dan sebagainya, maka total HPP satu porsi suatu menu Anda adalah Kemudian, Anda bisa membagi HPP tersebut dengan persentase yang ditentukan. Persentase margin rata-rata di sebagian besar restoran adalah sekitar 25-35%. J ika Anda menggunakan 30%, Anda bisa menerapkan satu porsi menu tersebut dengan harga Rp Rp Tentunya, Anda bebas menentukan persentase margin sesuai dengan rencana bisnis dan anggaran Anda. 2. Bandingkan dengan Harga yang Diterapkan Kompetitor Dengan opsi ini, Anda mempertimbangkan harga pasar umum yang ditentukan oleh kompetitor Anda. Anda memiliki beberapa pilihan strategi saat penetapan dan menentukan harga dalam menu pada bisnis restoran dengan cara ini Harga sama dengan pesaing. Jika Anda dan kompetitor menjual menu yang sejenis, harga yang diterapkan di restoran Anda pun sama. Harga sedikit lebih rendah. Ini membantu Anda menarik pelanggan lebih banyak di pasar yang sama dengan kompetitor Anda. Namun, Anda harus memerhatikan dan menjaga secara tegas dan konsisten terkait kualitas menu yang Anda berikan kepada pelanggan. Harga sedikit lebih tinggi. Secara tidak sadar, ini akan menarik pelanggan yang mencari kualitas menu yang lebih tinggi. 3. Mempertimbangkan Faktor “Tidak Terduga” dan “Fluktuasi Pasar” dalam Penentuan Persentase Margin Opsi ini merupakan improvisasi dari opsi pertama. Dalam praktiknya, ada saja kondisi di mana bahan baku kadaluwarsa atau terbuang secara tidak sengaja. Dan terdapat juga perubahan harga bahan baku dan faktor eksternal lain di pasaran secara fluktuatif. Anda bisa menakar pertimbangan-pertimbangan tersebut dalam suatu persentase. Misalnya, jika Anda memutuskan persentase margin dari Food Cost sejumlah 35%, dan Anda menakar persentase faktor-faktor tersebut sejumlah 5%, maka Anda bisa menggunakan angka 30% 35% – 5% untuk menentukan harga menu. 5% bisa dikatakan persentase toleransi yang Anda terapkan dan 35% adalah batas maksimum persentase margin yang diharapkan dari satu penjualan menu. Baca juga Cara Menghitung Break-Even Point BEP Coffee Shop 4. Menetapkan Harga Menu Berdasarkan Penawaran dan Permintaan Pasar Jika restoran Anda berada di tempat yang sangat strategis dan berada di kota yang rata-rata pendapatan per kapita setiap penduduknya tinggi, Anda dapat menggunakan strategi penetapan harga yang lebih tinggi untuk menu pada bisnis restoran Anda. Lokasi yang strategis membantu meningkatkan permintaan karena Anda menyediakan kebutuhan primer penduduk tersebut makanan. Jika permintaan lebih besar dari penawaran, penerapan harga yang lebih tinggi akan menjadi wajar. Jika Anda menawarkan menu-menu dan suasana yang unik serta jenis menu Anda ternyata sangat diminati, Anda dapat menerapkan harga menu yang lebih tinggi. Opsi ini jelas mengharuskan Anda untuk berkenalan dengan pasar Anda lebih dekat – tentunya dengan riset pasar mendalam dan kecocokan target pelanggan dengan jenis restoran yang Anda buat. Manfaatkan Software Akuntansi Jurnal untuk Bantu Strategi Penetapan Harga Dan Mencatat Biaya Pada Bisnis Restoran Anda! Dengan metode dan strategi penetapan harga menu di atas, diharapkan bisnis restoran yang Anda jalankan bisa mendatangkan keuntungan lebih dan meminimalisir risiko yang berpotensi muncul. Risiko bisnis Anda akan lebih terminimalisir jika Anda juga bisa mengelola keuangan bisnis Anda dengan teliti dan benar. Anda bisa menggunakan software akuntansi sebagai alat bantu pengelolaan keuangan Anda. Mekari Jurnal bisa menjadi solusi akuntansi bisnis Anda. Anda menentukan HPP/COGS yang sesuai tanpa harus menghitungnya berulang kali. Jurnal juga memiliki fitur konversi dan bundle produk sehingga memudahkan Anda mencatat HPP setiap menu yang Anda buat dari daftar persediaan yang Anda miliki. Penasaran? Klik di sini untuk coba gratis Jurnal! Berikut videoguide mengenai cara mengatur menu penjualan sistem bundle dan konversi yang berguna bagi restoran Anda. Saat Anda menetapkan harga, ketahuilah bahwa hal ini dapat memengaruhi langsung profitabilitas restoran Anda. Inilah sebabnya mengapa penting untuk mengetahui Food Cost bisnis restoran Anda sesegera mungkin dan menentukan strategi penetapan harga menu makanan untuk bisnis restoran Anda.CARAMENENTUKAN HARGA JUAL BUKET SNACK - YouTube #buketsnackbengbeng #buketbengbeng #snackbouquet CARA MENENTUKAN HARGA JUAL BUKET SNACK 20,566 views Dec 7, 2021 Assalamuallaikum, hai kali ini aku
Menjual makanan memang tampak seperti suatu hal yang mudah. Namun untuk mendapatkan keuntungan, Anda perlu memperhitungkannya dengan matang. Oleh karena itu, Anda wajib memahami cara menentukan harga jual makanan yang baik dan benar sebelum memulai teori bisnis, terdapat 5 metode yang berbeda untuk menentukan harga produk. Namun teori tersebut kurang cocok jika diterapkan untuk bisnis kuliner karena berbagai faktor. Maka dari itu sebaiknya Anda perhatikan penjelasan di bawah ini untuk mengetahui metode yang Menentukan Harga Jual Makanan yang TepatSebenarnya tidak ada metode yang saklek dan benar-benar tepat untuk menentukan harga sebuah makanan. Anda tetap memerlukan percobaan dalam menetapkan harga suatu produk dan melihat reaksi konsumen. Perhatikan juga berapa keuntungan yang didapatkan dari penetapan harga dapat mengaplikasikan salah satu cara berikut untuk menentukan harga makanan dari bisnis F&B yang sedang dijalani. Cara-caranya adalah‍‍1. Menghitung persentase modal makananSource Ukirama‍Metode pertama ini memperhitungkan seluruh modal untuk pembelian bahan baku kemudian membaginya dengan target persentase modal setiap makanan tersebut. Misalnya 30%, 40%, atau 50%.Perhitungan ini umumnya dipakai untuk bisnis kuliner yang menjadikan harga makanan sebagai satu-satunya sumber penghasilan. Jadi, margin antara harga makanan dengan modal harus bisa menutupi semua kebutuhan operasional, termasuk sewa tempat, gaji pegawai, dan lain-lain.‍Jadi, sebisa mungkin modal yang diperlukan untuk membuat satu porsi makanan tidak lebih dari 50% harga yang ditentukan. Tujuannya agar seluruh biaya operasional dapat ter-cover. Berikut ini langkah-langkah menentukan harga dengan metode persentase harga modal.‍1. Hitung seluruh modal yang Anda perlukan untuk membuat produk makanan. Hitung semua hal yang harus dibeli. Meskipun Anda mendapatkan bahan baku secara gratis misalnya mengambil dari kebun sendiri, barang tersebut harus tetap Nilai modal yang sudah dihitung pada langkah pertama kemudian dibagi dengan target persentase biaya. Misalnya 25%, 35%, atau 50%. Maka Anda akan mendapatkan satu angka yang akan menjadi harga produk makanan.‍Masih bingung dengan teori di atas? Jangan khawatir karena di bawah ini akan diberikan contohnya. Misalnya Anda akan membuat sebuah usaha dessert box. ‍Baca Juga Cara dan Contoh Pembukuan Penjualan Bagi Bisnis Kecil2. Menentukan harga dengan metode titik hargaMetode titik harga atau rentang harga dikhususkan untuk Anda yang memulai bisnis di tengah persaingan ketat. Tentu Anda dituntut untuk memiliki harga kompetitif supaya produk makanan bisa laku. Jika memasang harga lebih tinggi pun, produk milik Anda harus punya value yang empat langkah menentukan harga produk menggunakan metode titik harga.‍1. Tentukan target pasar atau jenis konsumen yang Anda incar. Misalnya Anda ingin membuka sebuah tempat makan ayam geprek di dekat kampus. Ciptakan sesuatu yang akan mendorong mahasiswa untuk makan di tempat Anda. Jika rata-rata ayam geprek milik pesaing dijual dengan harga Rp Anda tidak bisa menjual produk yang sama dengan harga lebih Kenali titik harga pesaing. Contohnya ketika terjadi perang harga serba 10 ribu, jangan ragu untuk mempromosikan produk harga Rp Namun Anda harus punya menu lain untuk meng-cover agar tak "bakar uang".3. Berikan value lebih pada bisnis Anda. Misalnya ciptakan nuansa tempat yang menarik dan nyaman yang berbeda dari pesaing. Jika mendapatkan value yang lebih, pembeli tidak akan keberatan untuk membayar dengan harga yang lebih Temukan harga bahan baku yang lebih murah tanpa mengorbankan kualitas. Dengan begitu, Anda akan tetap mendapatkan keuntungan sesuai target.‍Ingin Menentukan Harga Jual Makanan dengan Lebih Mudah?‍Source Arkieva‍Dua cara yang sudah dijelaskan di atas mungkin menyulitkan Anda yang baru akan memulai bisnis makanan. Ada sebuah metode sangat mudah yang diperkenalkan oleh Chef Arnold, seorang juri di Masterchef Indonesia sekaligus pemilik beberapa brand membeberkan caranya dalam menentukan harga makanan menggunakan rumus pembagian 0,3. Cara ini jelas lebih mudah dimengerti oleh orang awam, terlebih Chef tersebut menyampaikannya dengan bahasa yang ini langkah-langkah untuk menentukan harga jual makanan ala Chef Arnold.‍1. Hitung jumlah modal atau bahan baku yang Anda perlukan untuk membuat satu porsi hidangan. 2. Selanjutnya, tambahkan dengan biaya untuk pembuatan packaging atau Setelah diketahui total modal untuk membeli bahan baku dan kemasan, bagi angka tersebut dengan 0,3. Itulah harga jual makanan yang ide‍Supaya Anda lebih memahaminya, di sini ada contoh perhitungan untuk menentukan harga jual seblak. Untuk satu porsi seblak membutuhkan bahan baku berikut iniSatu buah telur ayam Rp Rp 500Bakso Rp Rp 750Mi keriting Rp 250Siomay Rp Rp 750Bumbu-bumbu Rp yang diperlukan untuk bahan baku satu porsi seblak adalah Rp Sementara untuk packing atau kemasan, Anda akan membutuhkan biaya Rp 500. Total modal yang dibutuhkan adalah Rp Kemudian kalikan angka tersebut dengan 0,3. Didapatlah angka Angka tersebut sebaiknya dibulatkan menjadi Rp Sangat mudah, bukan?‍Baca Juga Aplikasi Pesan Makanan Online yang Wajib Dicoba‍Sampai di penghujung artikel, Anda tentu telah memahami cara menentukan harga jual makanan dengan perhitungan yang tepat. Kombinasikan juga metode di atas dengan trial and error sampai menemukan formula yang benar-benar tepat. Selamat mencoba!‍‍
Usaha kuliner akhir-akhir ini semakin banyak, karena orang-orang sangat menyukai makan dan kuliner. Semakin lama kuliner juga semakin unik. Untuk meraup keuntungan, Anda juga harus tahu cara hitung harga jual makanan. Kali ini kita akan membahas cara menentukan harga jual makanan. Pastinya ada cara hitung harga jual makanan untuk mendapatkan cuan atau keuntungan yang memuaskan. Jika Anda ingin tahu rumus menentukan harga jual, rumus menentukan harga jual makanan, rumus menentukan harga jual produk, dan cara menghitung harga jual kue. Yuk simak artikel berikut Cara Menentukan Harga Jual Makanan, Ada Bocoran dari Chef! Cara Menentukan Harga Jual Makanan yang Tidak Bikin Rugi Pastinya dalam berbisnis apapun Anda ingin mendapatkan keuntungan. Tetapi dalam tahap mendapat keuntungan Anda harus memiliki rumus ataupun cara menentukan harga jual produk makanan. Dalam berbisnis kuliner, banyak hal yang harus dipertimbangkan dan dicatat agar keuntungan yang didapat lebih jelas. Baca juga Ide Bisnis tanpa Modal Rumahan 2021, Mulai Sekarang! Modal juga bisa datang dari berbagai aspek, seperti bahan baku, packing, dan margin profit yang akan diambil dari produk yang Anda jual. Berikut beberapa cara menentukan harga jual makanan Anda harus menghitung biaya produksi serta distribusi dengan sangat rinci. Untuk menghitung biaya ini Anda dapat menggunakan rumus Harga Jual = Bahan Baku Modal + Bahan Baku Modal x MarkUp. Anda juga dapat cek harga kompetitor. Pada dasarnya, harga merupakan aspek penting dalam berjualan makanan. Makanan yang lebih murah cenderung mendatangkan pembeli yang lebih ramai. Selain itu Anda harus rajin membandingkan harga dengan kompetitor. Anda juga harus menentukan besaran keuntungan yang ingin Anda ambil. Terdapat rumus menghitung keuntungan, Margin = Harga Jual – harga Modal/Harga Jual. Anda juga dapat menggunakan margin pricing yang merupakan cara menentukan harga jual dengan memperkirakan terlebih dahulu harga jual yang Anda inginkan, dan untuk mengetahui apakah margin keuntungannya sesuai dengan yang Anda ingin atau tidak. Mark-Up Pricing, menambah jumlah modal dan keuntungan yang diinginkan atau mark up price. Lebih banyak digunakan oleh reseller maupun dropshipper. Rumus mark-up pricing Harga jual = modal + mark up profit. Anda juga dapat melakukan paket bundling dimana dengan cara menjual produk dengan jumlah dua kali lipat. Walaupun keuntungannya sedikit, metode ini dapat menjual produk lebih banyak. Rumus paket bundling Harga jual = modal x 2. MSRP Manufactured Retail Price merupakan harga yang direkomendasikan langsung oleh produsen. Anda dapat menetapkan harga tertentu untuk suatu makanan, jadi para penjual tangan kedua dapat juga memasang harga yang tidak jauh-jauh dari harga yang Anda tentukan. Keystone pricing merupakan penetapan harga dengan keuntungan 50% dari modal. Anda juga dapat menentukan harga makanan dengan persentase. Caranya adalah dengan menghitung modal keseluruhan seperti biaya bahan pembelian baku dan lain sebagainya, kemudian bagikan ke target persentase modal pada setiap makanan tersebut. Anda juga dapat menggunakan metode titik harga. Metode ini cocok untuk Anda yang memulai bisnis di tengah persaingan yang cukup ketat. Berikut langkah-langkah menetapkan harga produk dengan metode titik harga Tentukan target pasar atau jenis konsumen yang ingin Anda incar atau fokuskan. Anda juga harus tahu dan juga menganalisa harga pesaing. Anda juga dapat memberikan value lebih pada bisnis Anda. Seperti menciptakan nuansa tempat yang menarik dan nyaman yang berbeda dari pesaing Anda agar mendatangkan banyak pelanggan atau pembeli. Anda juga dapat mencari bahan baku yang lebih murah tetapi dengan kualitas yang lumayan. Dengan ini, Anda akan mendapatkan keuntungan sesuai dengan target Anda atau bahkan lebih dari target Anda. Anda juga dapat menerapkan cara diatas untuk cara menentukan harga jual makanan ringan dan cara menghitung harga jual makanan rumahan. Cara menghitung modal dan harga jual adalah dengan menghitung semua bahan baku dari yang mentah sampai jadi lalu tentukan harga jual dengan rumus Harga Jual = Bahan Baku Modal + Bahan Baku Modal x MarkUp atau dengan menentukan harga jual diatas harga modal. Cara menentukan harga jual makanan catering Anda harus memperhatikan persentase harga bahan makanan. Rumus menghitung persentase harga bahan makanan adalah harga bahan / harga jual = persentase biaya bahan. Persentase yang ideal adalah dari antara 28% sampai dengan 35%. Usahakan persentase yang didapat serendah mungkin, dengan kualitas makanan yang tetap terjamin. Anda juga harus menghitung laba, pastinya Anda melakukan usaha kuliner ingin mendapatkan cuan bukan rugi. Maka dari itu setelah menimbang harga jual makanan catering setelah itu Anda hitung Cara menghitung harga jual makanan dapat dengan menghitung modal terlebih dahulu, setelah mendapat modal Anda dapat mencoba memasukkan rumus Harga Jual = Bahan Baku Modal + Bahan Baku Modal x MarkUp. Setelah itu Anda akan mendapatkan laba setelah menggunakan rumus itu. Tips Menentukan Harga Jual dari Chef Arnold Dalam berjualan apapun, pastinya yang diharapkan adalah keuntungan. Maka dari itu untuk menentukan harga jual makanan harus hati-hati dan penuh pertimbangan karena Anda akan rugi jika sembarangan menentukan harga jual. Yuk simak terus untuk tahu cara menentukan harga jual produk makanan. Berikut beberapa tips dari Chef Arnold dalam menentukan harga jual makanan Hitung dulu jumlah modal atau bahan baku yang Anda perlukan untuk membuat satu porsi hidangan makanan. Kemudian, Anda dapat menambahkan dengan biaya untuk pembuatan packaging atau kemasan. Setelah Anda mengetahui total modal untuk membeli bahan baku dan kemasan, Anda dapat membagi angka tersebut dengan 0,3. Baca juga 15+ Makanan Unik dan Kreatif untuk Ide Bisnis 2021 Berikut contoh perhitungan dalam menentukan harga jual mie ayam supaya Anda lebih paham Mie keriting Kerupuk Rp700 Bumbu-bumbu Bakso Ayam suwir Modal yang dibutuhkan untuk bahan baku satu porsi mie ayam adalah Sedangkan untuk packing atau kemasan, akan memakan biaya Total modal yang diperlukan adalah Bagikanlah angka tersebut dengan Anda akan mendapatkan angka Angka tersebut dapat Anda bulatkan menjadi atau Perhitungan ini cukup mudah, karena Anda tinggal menambahkan bahan baku Anda mentah sampai jadi dan juga kemasan Anda setelah itu Anda bagi Setelah itu Anda akan mendapatkan harga jual dan margin profit yang cukup besar. Anda dapat menerapkan tips dari Chef Arnold dalam menentukan harga jual bisnis kuliner yang Anda jalankan. Rumusnya cukup sederhana dan keuntungan yang didapat pun sangat mudah terhitung. Margin profit nya juga tidak tanggung-tanggung. Jika Anda ingin cepat untung, Anda boleh menggunakan rumus ini. Tetapi makanan yang Anda jual haruslah unik serta enak agar orang-orang melakukan repeat order pada toko kuliner Anda. Sukseskan Bisnis Kuliner Anda dengan Ginee Omnichannel Di era yang serba digital ini memudahkan Anda dalam mendapatkan penghasilan tambahan entah itu hanya untuk jajan atau dalam membantu memenuhi kebutuhan. Memiliki usaha online, khususnya makanan, masih menjadi alternatif paling menjanjikan untuk saat ini. Usaha online juga bisa dilakukan dengan modal yang relatif kecil. Masih pemula? Jangan takut repot karena sekarang ada Ginee Omnichannel bisa membantu Anda dalam melakukan catatan keuangan. Ginee Indonesia memiliki beberapa fitur yang tentunya bisa membantu Anda mengelola toko online Anda dengan mudah dan anti ribet. Fitur Ginee diantaranya adalah manajemen pesanan, stok produk, layanan chat pelanggan, hingga laporan penjualan bisa Anda dapatkan hanya dalam satu dashboard saja. Yuk, daftar Ginee sekarang! Ginee Indonesia, Tool Bisnis Online Paling Kredibel Punya kesulitan mengelola toko online yang terdaftar di berbagai marketplace? No worries, Ginee Indonesia hadir untuk Anda! Ginee adalah sistem bisnis berbasis Omnichannel Cloud yang menyediakan berbagai fitur andalan lengkap guna mempermudah pengelolaan semua toko online yang Anda miliki hanya dalam satu platform saja!Fitur dari Ginee beragam, lho! mulai dari manajemen produk, laporan penjualan, Ginee WMS, yang artinya Anda dapat mengelola manajemen pergudangan dengan lebih mudah, Ginee Chat yang memungkinkan Anda mengelola chat pelanggan dari berbagai platform, hingga Ginee Ads untuk kelola semua iklanmu di berbagai platform. Yuk, daftar Ginee Indonesia sekarang FREE! Mengelola pesanan dan stok untuk semua toko online AndaUpdate secara otomatis pesanan dan stokMengelola stok produk yang terjual cepat dengan mudahMemproses pesanan dan pengiriman dalam satu sistemMengelola penjualan dengan sistem manajemen digitalMembership dan database pelanggan secara menyeluruhPrediksi bisnis dengan Fitur Analisa Bisnis di GineeMemantau laporan dengan menyesuaikan data, keuntungan, dan laporan pelangganUmumnya orang-orang akan membeli snack Sabena untuk dijual lagi dengan cara dikemas ulang. Anda juga bisa mencobanya, apalagi saat ini banyak anak yang suka beli jajan berbentuk stick rasa-rasa. Timbang snack Sabena dengan ukuran yang sama. Anda bisa membaginya menjadi 10 kemasan dengan isi 36 gr per kemasan.
Salah satu cara mendapatkan keuntungan saat berbisnis kuliner adalah menetapkan harga yang tepat. Cara menentukan harga jual makanan yang pas tentu saja perlu mempertimbangkan banyak faktor di dalamnya. Kamu perlu menghitung biaya bahan baku yang dibutuhkan kemudian menambahnya dengan biaya produksi. Menentukan harga yang terlalu murah mungkin bisa mendatangkan banyak pelanggan. Sayangnya, kamu perlu mengurangi ongkos produksi sehingga hasil makanan yang dipasarkan pun menjadi tidak sempurna. Di sisi lain, mematok harga yang terlalu tinggi hanya akan membuat sebagian besar pelanggan enggan untuk membeli produk yang kamu pasarkan. Faktor Penentuan Harga Jual Makanan Faktor untuk menentukan harga jual makanan Jauh sebelum mulai menghitung dan menentukan harga pasar, ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Berikut faktor-faktor yang bisa menjadi penentu harga jual makanan yang kamu jual 1. Target pasar Harga harus mengikuti target pasar yang ingin kamu sasar. Harga jual untuk orang kantoran tentunya berbeda dengan bisnis kuliner yang menyasar mahasiswa. Pelaku usaha perlu mempertimbangkan harga porsi makan yang lebih besar dengan harga terjangkau untuk dijual ke mahasiswa supaya bisa laris. Bukan hanya itu, lokasi tempat bisnis makanan kamu juga sangat menentukan. Wilayah perumahan elite biasanya menawarkan harga makanan yang lebih tinggi dibanding wilayah perumahan padat penduduk. Tentu saja produk makanan yang dijual harus disesuaikan. 2. Hitung biaya modal dan ongkos produksi Bagian ini tidak kalah pentingnya. Pasalnya, harga jual akan selalu terkait dari biaya-biaya yang mengikutinya. Biaya modal ini dihitung dari semua bahan baku yang kamu perlukan untuk membuat sebuah produk makan. Modal ini perlu ditambah dengan ongkos produksi. Jika perlu mengolah makanan dengan digoreng, kamu perlu menambah biaya gas yang dipakai. Jangan lupa untuk menambahkan biaya distribusi ke dalam harga jual kamu, ya. 3. Ketahui harga kompetitor Melihat harga yang ditetapkan oleh kompetitor juga jadi strategi untuk membuat harga jual. Dari harga jual tersebut, kamu bisa membuat harga yang lebih murah untuk menarik pelanggan. Selain itu, mengetahui harga dari kompetitor juga bisa membuat kamu membuat paket makanan yang mengedepankan value for money. 4. Patok persentase keuntungan Sebagai pelaku bisnis, kamu juga perlu tahu berapa nilai keuntungan yang ingin kamu dapatkan. Sejumlah pelaku usaha mematok 5—10% pada awal bisnis mereka. Kemudian mulai menaikkannya hingga batas tertentu. Persentase keuntungan pun perlu melihat dari kondisi bisnis dan keuangan dari target pasar. Saat perekonomian sedang sulit, banyak orang yang menahan uangnya untuk membeli makanan yang terlalu mahal. Jadi, pastikan kamu bisa melihat kondisi tersebut. 5. Berikan value tambahan Value atau nilai tambah dalam bisnis makanan juga bisa sangat berpengaruh pada harga, loh. Tempat kuliner yang menawarkan kenyamanan biasanya punya harga yang lebih tinggi. Sebut saja kafe yang dilengkapi dengan akses WiFi, colokan listrik, dan toilet yang bersih. Lebih baiknya lagi jika tempat makan tersebut memiliki spot foto yang instagramable. Tentu kamu bisa menambahkan ke dalam biaya makanan yang dijual, loh. Baca juga Ide Bisnis Online untuk Pemula yang Mudah dan Minim Modal Cara Menentukan Harga Jual Makanan Tips dan cara menentukan harga jual makanan Selain berbagai faktor di atas, kamu juga perlu melakukan perhitungan yang lebih mendetail. Dalam menentukan harga jual makanan, kamu bisa menggunakan sejumlah rumus di bawah ini 1. Markup pricing Dalam markup pricing, kamu hanya perlu menambahkan persentase keuntungan yang ingin didapatkan. Persentase keuntungan ini didapat dari seluruh biaya modal yang kamu keluarga di awal. Berikut rumus markup pricing Harga jual = biaya bahan baku modal + biaya bahan baku modal x markup Misalnya kamu ingin menjual minuman kopi susu dengan modal Persentase keuntungan yang ingin dicapai adalah 20 persen. Jadi, kamu perlu membanderol kopi susu dengan harga sebagai berikut Harga jual = + x 20% Harga jual = 2. Margin pricing Metode margin pricing membuat kamu perlu menentukan dulu harga jual yang ingin dipatok. Setelah itu, baru menghitung harga margin yang kamu dapatkan. Harga ini bisa dinilai apakah sudah sesuai dengan target pasar yang disasar. Berikut rumus margin pricing Margin = Harga jual – Harga modal / harga jual Misalnya kamu ingin menjual ayam geprek dengan modal Lalu, harga jual yang kamu tetapkan adalah Berikut harga margin yang kamu dapatkan Margin = – / Margin = 50% Selanjutnya adalah mengecek target pasar dan kompetitor yang memasarkan produk serupa. Analisis margin tersebut apakah sudah sesuai atau masih terlalu kemahalan. 3. Harga bundling Bundling merupakan cara memasarkan lebih dari satu produk dalam satu harga. Biasanya harga bundling lebih rendah dibandingkan saat pembeli membeli produk-produk tersebut secara satuan. Menentukan harga bundling pun perlu mengalikan dengan total produknya. Rumus harga bundling Harga jual = modal x jumlah produk – dengan potongan harga Kamu bisa memasarkan kopi susu dengan jual per gelas Lalu, kamu ingin membuat harga bundling 2 kopi susu tersebut. Untuk membuat harganya lebih menarik, kamu mengurangi biaya modal senilai Harga bundling = x 2 – Harga bundling = Mungkin keuntungan yang kamu dapatkan lebih kecil. Namun, metode bundling membuka potensi untuk menjual lebih banyak. Dengan begitu, keuntungan kamu pun bisa lebih besar. 4. Keystone pricing Ada juga penetapan harga yang sudah pasti yang dinamakan keystone pricing. Mungkin metode ini masih sangat jarang dilakukan di bisnis kuliner. Namun, tidak ada salahnya juga kamu mencoba untuk mempraktikkannya di bisnis makanan yang sedang dijalani. Beberapa reseller makanan biasanya menerapkan keystone pricing untuk memasarkan produk ke pelanggannya. Sebut saja harga jual yang ingin ditetapkan adalah 50% dari harga modal. Saat harga modal kamu berarti harga jual yang kamu tetapkan adalah Biarpun begitu, metode ini masih memiliki berbagai kekurangan. Sebut saja saat kamu ingin membuat harga bundling atau promo lainnya. Kamu perlu menghitung ulang untuk mendapatkan harga yang sesuai. Bukan hanya itu, harga keystone pricing cenderung mudah ditinggalkan oleh para pelanggan saat menemukan harga yang jauh lebih murah. Misalnya saat pelanggan bisa mendapatkan harga dari supplier makanan yang kamu pakai juga. Baca juga Contoh Bisnis Plan Makanan yang Bantu Usaha Lebih Sukses Itu dia beberapa penetapan harga jual yang bisa kamu terapkan pada bisnis makanan. Melakukan perhitungan dengan detail akan menurunkan risiko kerugian. Cara lain yang bisa kamu lakukan adalah mencari bahan baku yang lebih terjangkau untuk membuat produk makanan yang dijual. Kamu bisa memanfaatkan Mitra Bukalapak untuk mendapatkan berbagai macam bahan baku dengan harga bersaing. Dengan begitu, ongkos produksi yang kamu keluarga juga jadi lebih hemat. Mitra Bukalapak juga memberikan kemudahan untuk jadi agen PPOB, agen travel, dan agen emas. Maksimalkan keuntungan bisnismu dengan Mitra Bukalapak!
G1iY.